Banjir lahar dingin menerjang Dusun Pasir Reji, Desa Purorejo, Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Senin, 2 November 2026.
Banjir tersebut terjadi usai hujan dengan intensitas tinggi mengguyur puncak Gunung Semeru hingga membuat aliran air yang turun menjadi tak terbendung.
Menurut catatan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, pada periode pukul 00.00–06.00 WIB, gempa getaran banjir terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 65 mm dan durasi 21.600 detik atau sekitar 6 jam.
“Pengamatan visual, Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca hujan, angin lemah ke arah barat dan barat laut, serta suhu udara sekitar 19-21 derajat Celcius,” ungkap Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Agastya Rajendra dalam keterangannya pada Senin, 2 November 2026.
Dalam video yang beredar di media sosial, warga mengabarkan bahwa tanggung jebol dengan aliran air deras mendekati area rumah warga.
“Izin mengabarkan keadaan pagi ini, tanggul jebol. Aliran (air) melipir ke permukiman warga, ini tanggal 2 November 2026,” ujar perekam video yang diunggah di akun Threads @kaivalyaarunika pada Senin, 2 November 2026.
Kondisi serupa juga sempat dibagikan oleh akun TikTok Ahmad Zhahir melalui siaran langsung.
“Untuk pihak terkait Kabupaten Lumajang, mohon perhatiannya. Ini warganya terdampak banjir, ini sudah masuk ke area rumah warga,” ujar pemilik video.
Video tersebut menunjukkan air berwarna coklat dengan arus deras mengalir dan membuat jalan warga terkikis.
Gunung Semeru sendiri saat ini berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga).
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga telah memberikan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, PVMBG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di jarak 500 meter dari sempadan sungai sepanjang Besuk Kobokan.*
